Rubrik Power of Mind Radar Bali : Soft Spoken, Pribadi yang Menyenangkan
Edisi Minggu, 23 Februari 2025
Ditulis Oleh :
Santy Sastra (@santysastra)
Putu Suprapti Santy Sastra, SH., CHt., CI
Indonesia's Mindset Motivator
BERBICARA dengan lembut dan sopan atau dikenal sebagai soft spoken bukan hanya mencerminkan kepribadian yang tenang, tetapi juga mampu menciptakan kesan yang menyenangkan bagi orang lain.
Pribadi yang soft spoken cenderung mudah diterima karena mampu menjaga suasana tetap damai, bahkan dalam situasi yang sulit.
Namun, menjadi soft spoken bukan berarti harus menekan pendapat atau selalu menghindari konflik. Justru, sikap ini mengajarkan bagaimana menyampaikan pikiran dengan cara yang menghargai orang lain.
Melalui pendekatan yang lembut, komunikasi akan terasa lebih nyaman dan pesan pun lebih mudah diterima.
Soft spoken kini jadi istilah di media sosial ini mungkin sudah tak asing lagi melihat kata ini dalam kolom komentar atau pun konten, namun tak jarang yang tak tahu artinya.
Soft spoken adalah gaya komunikasi di mana seseorang berbicara dengan suara yang lembut, tenang, dan tidak terlalu keras.
Istilah ini merujuk pada cara seseorang menyampaikan pesan atau informasi dengan mengatur volume suara dan intonasi secara khusus untuk menciptakan kesan yang menenangkan dan ramah.
Cara efektif untuk menjadi pribadi yang soft spoken, sehingga dapat meningkatkan hubungan interpersonal dan membuatmu lebih disukai banyak orang.
Berlatih Mendengarkan dengan Empati, mendengarkan dengan penuh perhatian adalah langkah awal menjadi pribadi soft spoken. Orang yang soft spoken cenderung lebih banyak mendengarkan daripada berbicara, sehingga membuat lawan bicara merasa dihargai.
Latih kemampuan mendengar dengan fokus pada apa yang dikatakan orang lain, tanpa menyela atau langsung memberi respons. Dengarkan hingga selesai dan beri tanggapan yang menunjukkan empati, seperti "Aku mengerti perasaanmu." Hal ini tidak hanya menunjukkan kesopanan, tetapi juga membangun kedekatan emosional.
Berkomunikasi dengan lembut membutuhkan kemampuan memilih kata yang tepat dan tidak menyakiti. Hindari penggunaan kata-kata kasar atau sarkastik yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Saat ingin menyampaikan kritik, gunakan kalimat positif dan konstruktif. Contohnya, daripada berkata "Kamu salah," lebih baik gunakan "Bagaimana kalau kita coba cara ini?" Dengan begitu, pesan tetap tersampaikan tanpa menyinggung perasaan.
Kendalikan nada suara dan intonasi, nada suara tenang dan terkontrol adalah ciri utama orang yang soft spoken. Suara yang terlalu keras atau terburu-buru sering kali dianggap agresif atau tidak sabar.
Latih nada bicara dengan berbicara perlahan dan penuh perhatian. Jika sedang marah atau kesal, ambil napas sejenak sebelum berbicara. Cara ini akan membuat pesan yang disampaikan terdengar lebih tulus dan tidak menyinggung.
Jadilah pribadi yang sabar dan tidak mudah tersulut emosi, kesabaran adalah kunci untuk menjadi pribadi yang lembut dalam berbicara. Ketika menghadapi situasi yang menegangkan, seseorang yang soft spoken cenderung merespons dengan tenang daripada bereaksi secara impulsif.
Latih diri untuk tetap tenang saat menghadapi konflik atau kritik. Tarik napas dalam-dalam, dengarkan dengan saksama, lalu tanggapi dengan bijak. Sikap ini tidak hanya membuat diri terlihat lebih dewasa, tetapi juga menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang lain.