Rubrik Power of Mind Radar Bali : Cara Atasi Overthinking
Edisi Minggu, 23 Maret 2025
Ditulis Oleh :
Santy Sastra (@santysastra)
Putu Suprapti Santy Sastra, SH., CHt., CI
Indonesia's Mindset Motivator
OVERTHINKING menjadi istilah yang populer dan melekat di generasi muda saat ini. Psikolog Fakultas Psikologi UGM, Dr. Nida UI Hasanat, M.Si., Psikolog., menjelaskan bahwa overthinking dalam kajian psikologi dimaknai sebagai cara berpikir yang berlebihan dan arahnya negatif.
Namun, istilah ini mengalami pergeseran makna di masyarakat dimana overthinking diartikan sebagai pemikiran berlebihan saja.
Overthinking ini sebenarnya terjadi ketika memikirkan hal-hal yang belum terjadi. Muncul pemikiran negatif atau tidak percaya dengan diri sendiri saat presentasi, menganggap suaranya jelek sehingga materi tidak bisa tersampaikan, takut dinilai jelek, dan lainnya.
Padahal semua ketakutan dan kecemasan tersebut belum tentu terjadi dan hanya berada dalam tataran pemikiran saja. Kecemasan, ketakutan akan hal yang belum terjadi maupun masa depan ini muncul karena orang itu overthinking.
Hal ini berdampak bagi kesehatan baik mental. Salah satunya yaitu stres karena otak terlalu banyak memikirkan hal-hal yang belum pasti secara berlebihan. Apabila hal tersebut berlanjut akan berisiko pada gangguan mental.
Jika overthinking mendominasi kehidupan, maka akan menjadikan yang mengalaminya terdistorsi karena tidak berada dalam realitas. Banyak orang menjadi bermasalah karena sudah over itu tadi. Bisa mengalami gangguan mental karena tidak bisa lagi membedakan antara realitas dengan yang sebenarnya baru ada dalam pikiran.
Untuk menghindari berbagai efek negatif yang ditimbulkan, perlunya menghindari overthinking.
Beberapa cara yang bisa dilakukan saat mengalami overthinking, diantaranya dengan berpikir rasional, mengelola pikiran dan segera menyadari jika yang dipikirkan sudah mengarah pada overthinking.
Membangun pikiran positif agar tidak tenggelam dalam pemikiran negatif. Salah satunya dengan mengucapkan kata-kata positif pada diri sendiri, yang biasa disebut sebagai afirmasi. Misalnya “Saya tidak seburuk yang saya pikirkan”, “Tenanglah, semua akan baik-baik saja”. Afirmasi tersebut akan sangat membantu mengurangi overthinking.
Selain itu, berkegiatan seperti menekuni hobi atau olahraga juga bisa menjadi cara pengalihan agar tidak terlalu sering berpikir tentang diri sendiri, yang dapat memunculkan overthinking.
Memikirkan hal-hal yang belum terjadi secara berlebihan dapat menyebabkan overthinking. Overthinking bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari.
Dampak overthinking mengurangi rasa percaya diri, mengganggu hubungan dengan orang lain, mengganggu pola tidur dan nafsu makan, stres, gangguan kecemasan.
Cara mengatasi overthinking, batasi waktu memikirkan masalah,alihkan pikiran ke aktivitas lain dan cari tahu pemicunya, kemudian buat rencana untuk segera ambil tindakan untuk mendapatkan solusinya.
Jadikan kesalahan sebagai pengalaman dan pelajaran dan bebaskan overthinking dengan mau berkonsultasi dengan Hipnoterapis yang dipercaya.