Rubrik Power of Mind Radar Bali : Memelihara Kesehatan Mental dengan Slow Living
Edisi Minggu, 2 Maret 2025
Ditulis Oleh :
Santy Sastra (@santysastra)
Putu Suprapti Santy Sastra, SH., CHt., CI
Indonesia's Mindset Motivator
SLOW living dapat diartikan sebagai proses menjalani kehidupan secara santai dan perlahan-lahan di tengah gempuran aktivitas serba cepat di era modern ini.
Slow living merupakan sebuah pola pikir menentukan gaya hidup yang lebih berharga dan sejalan dengan apa yang paling berharga dalam hidup. Gaya hidup satu ini lebih berfokus pada kualitas dibandingkan dengan kuantitas. Jika seringkali mendengar istilah fast living dan hustle culture, maka slow living adalah kebalikannya.
Jika fast living dan hustle culture merupakan gaya hidup di mana seseorang bekerja terus-menerus hingga bisa melampaui batas kemampuan, maka slow living lebih berfokus pada kehidupan yang santai, sederhana, dan sadar dengan waktu serta keadaan sekitar. Akan lebih berfokus untuk menikmati proses, hingga kemudian mendapatkan hasil yang berkualitas. Jika belum pernah mencoba, tidak ada salahnya untuk memulai menerapkan gaya hidup slow living.
Mencoba gaya hidup slow living dengan mengurangi overthinking dan focus pada hl yang bisa dikendalikan, yang terkesan sepele namun sesungguhnya cukup susah untuk dilakukan. Adalah mengurangi overthinking dan fokus pada hal yang bisa dikendalikan, yang bisa menjadi cara awal dalam menerapkan slow living.
Sebagian orang seringkali mengkhawatirkan hal-hal yang berada di luar kendali mereka, seperti terlalu memikirkan kehidupan orang lain terlebih aspek-aspek yang tidak dimiliki mereka.
Sehingga kemudian hal ini akan mendatangkan cemas, stres, serta perilaku yang tergesa-gesa. Jika menerapkan slow living berarti memberikan hampir seluruh fokus kepada diri sendiri, dan hal-hal yang bisa dikendalikan
Di dunia yang serba cepat, seringkali jarang memiliki waktu untuk diri sendiri. Sekrang bisa memulai menyisihkan waktu untuk diri sendiri sebagai bagian dari menerapkan hidup slow living.
Dengan menerapkan gaya hidup ini, bisa beristirahat sebentar dari kesibukan yang sangat menyita waktu. Mungkin saja, dari menyisihkan waktu sendiri bisa menemukan hal-hal yang membuat bahagia, yang belum pernah disadari sebelumnya.
Setiap orang kini seakan sudah pasti hidup bersama gadget dan media sosial. Penggunaan kedua hal tersebut secara berlebihan tentunya dapat memberikan efek negatif.
Bisa mulai menerapkan slow living dengan mengurangi menggunakan gadget dan media sosial. Menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang-orang sekitar. Anak-anak zaman sekarang biasa menyebut langkah ini dengan istilah ‘detox’. Cobalah terapkan secara bertahap, kemudian rasakan efeknya.
Gaya hidup slow living yang bisa diterapkan dengan mengawali hari tanpa tergesa-gesa, adalah salah satu contoh dari menerapkan gaya hidup slow living. Bisa mengurangi kemungkinan mengalami stres dan menjadi orang yang tidak sabar loh. Memulai hari dengan tenang misalnya bersama secangkir kopi atau teh, sarapan favorit, ataupun orang tersayang.
Menerapkan Mindfulness, merupakan kondisi di mana seseorang mempunyai kesadaran penuh atas perasaannya, apa yang diinginkan, hingga lingkungan sekitarnya. Kondisi ini sesungguhnya termasuk meditasi yang melatih untuk fokus menerima berbagai situasi dan perasaan secara terbuka. Bisa mencoba melatih mindfulness mulai dari hal yang sederhana, seperti mengatur napas di momen tertentu secara rutin setiap harinya.
Hidup tenang adalah menerima kondisi yang sudah menjadi takdir dan tidak memaksakan kondisi di luar kemampuan manusia.